MURIANETWORK.COM - Bank of China (BOC) Hong Kong Limited cabang Jakarta menggelar forum untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi dagang antara Indonesia dan China. Acara yang berlangsung di Medan pada Jumat (6/2) itu menghadirkan perwakilan pemerintah, otoritas moneter, serta pelaku usaha guna membahas potensi dan perkembangan mekanisme Local Currency Transaction (LCT) serta transaksi Renminbi (RMB) lintas perbatasan.
Dukungan Diplomatis untuk Kerja Sama Keuangan
Forum tersebut dihadiri oleh sekitar seratus tamu undangan, mencakup pejabat konsuler, perwakilan Bank Indonesia, dan asosiasi bisnis. Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Republik Rakyat China (RRC) di Medan, Huang He, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini.
Dia menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara sedang berada dalam masa terbaiknya, dengan China yang konsisten menjadi mitra dagang utama dan sumber investasi vital bagi Indonesia.
"Mekanisme penyelesaian transaksi RMB lintas perbatasan dan mata uang lokal China-Indonesia merupakan hasil alami dari kemitraan strategis komprehensif kedua negara," ucap Huang He.
Menurutnya, skema ini membawa manfaat nyata bagi Indonesia, seperti diversifikasi cadangan devisa, pengurangan risiko fluktuasi nilai tukar, dan penyediaan jalur transaksi yang lebih stabil untuk mendukung ketahanan ekonomi.
Potensi Besar di Luar Jawa
Dari sisi otoritas moneter, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Dr. Rudy Brando Hutabarat, memaparkan data perkembangan LCT. Nilai transaksi Indonesia-China disebutkan melonjak signifikan, dari 4,9 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 13,19 miliar dolar AS pada 2025.
"Peningkatan tersebut sepenuhnya mencerminkan pengakuan dan penerimaan dunia usaha terhadap mekanisme LCT," jelas Rudy.
Meski demikian, penerapannya dinilai masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Rudy melihat Sumatra, dengan Medan sebagai pusat ekonominya, menyimpan potensi pengembangan yang sangat besar. Kekuatan ekspor berbasis sumber daya dari wilayah ini juga disebut sebagai penopang surplus perdagangan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Sosialisasi Layanan dan Prospek ke Depan
Forum ini juga menjadi ajang bagi Bank of China untuk memaparkan layanan perbankan yang mendukung mekanisme tersebut. Senior Strategy Planner BOC Hong Kong, Ying Jian, menyampaikan analisis mendalam mengenai prospek penggunaan RMB dan optimalisasi LCT, termasuk peluangnya di sektor-sektor prioritas Indonesia.
Secara paralel, perbankan memperkenalkan beragam solusi operasional, mulai dari pembukaan rekungan RMB, pembiayaan, manajemen kas, hingga instrumen lindung nilai risiko nilai tukar. Layanan unggulan seperti penggajian lintas batas negara turut dipromosikan kepada audiens.
Wakil Pimpinan BOC Hong Kong Cabang Jakarta, Liu Yue, dalam penjelasannya menekankan posisi strategis Sumatra yang didukung basis industri, logistik, dan infrastruktur yang solid. Dia menilai wilayah ini sebagai kawasan ekonomi ekspor yang potensial bagi pendalaman kerja sama.
"Melalui pengenalan sistematis mengenai optimalisasi mekanisme LCT dan skenario penerapannya di sektor-sektor utama, forum ini bertujuan untuk membangun platform pertukaran yang lebih mendalam," tutur Liu Yue.
Dia menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi serupa telah dan akan terus dilakukan di berbagai kota industri sepanjang tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bank untuk mendorong layanan keuangan lintas perbatasan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi dunia usaha di Indonesia.
Artikel Terkait
Empat Balita Tewas di Jurang, Polisi Sebut Kecelakaan Murni
Harga Emas Antam Naik Rp30.000 per Gram, Buyback Melonjak Lebih Tajam
Video Pungli di Kawasan Kota Tua Viral, Polisi Janji Lakukan Pengecekan dan Pembinaan
Kemenag Sulsel Gelar Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H di Observatorium Unismuh Makassar