Di antara karangan bunga dan doa di Makam Giri Tama, Bogor, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyisihkan waktu untuk mengenang sosok yang sangat dihormatinya: Meriyati Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri. Beliau adalah istri dari mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
“Tentunya selama almarhumah hidup, beliau banyak sekali membawa pesan-pesan yang selalu disampaikan di setiap kami bertemu,” ujar Sigit, Rabu (4/2/2026) lalu.
Suasana hening usai pemakaman itu seolah menyimpan kesan mendalam. Bagi Sigit, setiap pertemuan dengan Eyang Meri selalu meninggalkan bekas. Pesan-pesan sang istri mantan Kapolri itu bukan sekadar kata-kata biasa. Mereka adalah inspirasi. Dorongan kuat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk teguh menjaga integritas.
Dan pesan itulah yang dipegang teguh sampai sekarang. Menjaga nama baik institusi, memberi manfaat bagi masyarakat semua itu intinya.
“Dan apa yang telah ditauladankan oleh beliau dalam kegiatan-kegiatan yang kami lakukan antara lain beberapa kali kami melaksanakan Hoegeng Awards,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Libur Panjang Awal April 2026: Jumat Agung hingga Paskah Bentuk Long Weekend Tiga Hari
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Korban Jiwa Anjlom 28%
Air Terjun Batu Ampar di Lingga Ramai Dikunjungi Saat Libur Lebaran
Timberwolves Tanpa Edwards Kalahkan Celtics, Nuggets Komplit Kembali