"Siswa kita didik untuk betul-betul siap ketika mereka lulus dari Sekolah Menengah Atas," imbuh Agus Jabo.
Meski begitu, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Para pendidik ini, dalam pandangannya, adalah pilar utama dalam upaya memerangi kemiskinan lewat pendidikan. Namun begitu, ia mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri. Situasi ke depan dipastikan makin kompleks.
"Penghormatan setinggi-tingginya dari saya kepada kepala sekolah, para tenaga pendidik, para guru. Tetapi kita tidak boleh puas diri, karena dunia makin lama makin berat," tambahnya.
Agus Jabo punya keyakinan. Siswa yang unggul nantinya akan tumbuh menjadi pribadi tangguh. Mereka bisa mengangkat derajat diri dan keluarganya, sekaligus memutus rantai kemiskinan yang mungkin telah berlangsung lama. Karena itulah, pengelolaan Sekolah Rakyat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, semaksimal mungkin.
Sebagai langkah konkret, ia mengimbau agar sekolah-sekolah bersama Kementerian Sosial segera duduk bersama. Mereka perlu mengevaluasi pelaksanaan program selama enam bulan terakhir. Tujuannya jelas: mendeteksi masalah sejak dini dan segera mencari jalan keluar sebelum semuanya terlambat.
Artikel Terkait
Guncangan di OJK: Empat Pucuk Pimpinan Serentak Mengundurkan Diri
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI
Polisi Coba Pendekatan Religi untuk Atasi Pemotor Lawan Arah di Lebak Bulus
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo