"Siswa kita didik untuk betul-betul siap ketika mereka lulus dari Sekolah Menengah Atas," imbuh Agus Jabo.
Meski begitu, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Para pendidik ini, dalam pandangannya, adalah pilar utama dalam upaya memerangi kemiskinan lewat pendidikan. Namun begitu, ia mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri. Situasi ke depan dipastikan makin kompleks.
"Penghormatan setinggi-tingginya dari saya kepada kepala sekolah, para tenaga pendidik, para guru. Tetapi kita tidak boleh puas diri, karena dunia makin lama makin berat," tambahnya.
Agus Jabo punya keyakinan. Siswa yang unggul nantinya akan tumbuh menjadi pribadi tangguh. Mereka bisa mengangkat derajat diri dan keluarganya, sekaligus memutus rantai kemiskinan yang mungkin telah berlangsung lama. Karena itulah, pengelolaan Sekolah Rakyat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, semaksimal mungkin.
Sebagai langkah konkret, ia mengimbau agar sekolah-sekolah bersama Kementerian Sosial segera duduk bersama. Mereka perlu mengevaluasi pelaksanaan program selama enam bulan terakhir. Tujuannya jelas: mendeteksi masalah sejak dini dan segera mencari jalan keluar sebelum semuanya terlambat.
Artikel Terkait
Ahli Ingatkan Pentingnya Persiapan Fisik untuk Mudik Lebaran 2026
Polres Bogor Serahkan Tiga Unit Pertama Rumah ASRI untuk Warga Kurang Mampu
Ditjen Pajak: Baru 55,7% Wajib Pajak yang Lapor SPT Tahunan Jelang Libur Panjang
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Bundaran HI untuk Acara Eid Mubarak Jakarta