Pagi ini, ratusan rumah di Kampung Sawah, Cakung, Jakarta Timur, kembali terendam. Air dari Kali Cakung yang meluap membanjiri permukiman padat itu, mengubah jalan-jalan menjadi aliran keruh. Menurut sejumlah saksi, genangan mulai merayap masuk sejak subuh.
Ketinggian air di beberapa titik bahkan dilaporkan mencapai satu meter. Kendaraan roda dua dan empat pun kesulitan melintas, aktivitas warga lumpuh total.
Dewi, seorang warga berusia 38 tahun, mengeluh. Kejadian ini sudah jadi langganan.
"Di sini sudah lebih dari dua kali kebanjiran setiap hujan deras yang cukup lama, pasti banjir,"
Katanya, hujan dengan intensitas tinggi sudah mengguyur Jakarta sejak dini hari. Durasi yang lama itulah yang jadi pemicu utamanya.
"Kalau hujan deras, waktunya juga lama, jadi air di Kali Cakung meningkat,"
Di sisi lain, banyak warga yang memilih bertahan di rumah. Mereka cuma bisa menunggu dan berharap air cepat surut, meski lantai rumah mereka sudah kebanjiran. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan pengungsian atau korban jiwa. Yang ada hanya ratusan rumah terendam air cokelat, dan rasa was-was yang mengambang.
Sebenarnya, peringatan sudah ada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya melaporkan 17 RT di Jakarta Timur dan Barat terendam. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari 30 sentimeter sampai 1,5 meter.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, menjelaskan kronologinya. Hujan deras sejak Rabu kemarin menyebabkan kenaikan signifikan di Bendung Katulampa, hingga statusnya menjadi Siaga 3.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,"
Ujarnya di Jakarta, Kamis ini.
Menurut Yohan, peningkatan debit air itu kemudian memicu luapan di Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan. Itulah yang akhirnya menggenangi 17 RT tadi.
"Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan,"
Jelasnya. Untuk wilayah Jakarta Timur sendiri, genangan terparah mencapai 1,3 hingga 1,5 meter. Sementara di Jakarta Barat, rata-ratanya sekitar 30 cm.
Kini, warga masih terus memantau. Mereka berjaga, menunggu air surut dan berharap langit tak lagi menumpahkan airnya dengan deras.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi