Guru Tersandung Hukum Usai Menasihati Murid, Komunikasi yang Macet Jadi Pangkal Masalah

- Kamis, 29 Januari 2026 | 08:15 WIB
Guru Tersandung Hukum Usai Menasihati Murid, Komunikasi yang Macet Jadi Pangkal Masalah

Seorang guru sekolah dasar di Tangerang Selatan harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya? Menasihati murid. Kasus ini langsung mencuat ke publik dan memantik perdebatan. Di satu sisi, ada orang tua yang merasa hak anaknya tersinggung. Di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah setiap teguran guru kini berpotensi berujung ke ranah hukum?

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, angkat bicara. Ia melihat fenomena ini sebagai gejala yang mengkhawatirkan.

"Menurut saya, kasus ini menunjukkan betapa mudahnya niat edukatif guru disalahpahami ketika komunikasi antara guru dan orang tua tidak berjalan baik," ujarnya kepada wartawan, Kamis lalu.

Bagi Lalu, menasihati siswa sebenarnya adalah jantung dari tugas pendidik. Asalkan dilakukan dengan cara yang tepat, tanpa merendahkan atau menakuti anak, itu justru bagian penting dari pembentukan karakter. Legislator dari PKB ini menegaskan, semangat itu sejalan dengan aturan yang berlaku, seperti Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026, yang mendorong dialog dan budaya positif di sekolah.

Namun begitu, ia juga realistis. Meski mengutamakan jalan damai, polisi punya prosedur yang harus dijalani. "Meminta polisi menghentikan penyelidikan secara langsung juga tidak tepat," katanya.

Harapannya, kasus seperti ini bisa diselesaikan lewat mediasi. Prinsip keadilan restoratif, menurutnya, adalah kunci. Tujuannya agar hak anak tetap terjaga, guru tidak serta-merta dikriminalisasi, dan iklim belajar mengajar di sekolah tidak menjadi rusak karena ketakutan.


Halaman:

Komentar