Di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (28/1) lalu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii sempat ditanya soal penetapan awal Ramadan 2026. Menurutnya, pemerintah masih akan mengandalkan sidang isbat untuk memutuskan hal itu. "Nanti sidang isbat," ujarnya singkat.
"Soal awal puasa, kita sudah biasa pakai sidang isbat," tambah Syafii, menegaskan mekanisme yang selama ini berlaku.
Namun begitu, dia belum bisa memastikan kapan persisnya sidang tersebut akan digelar. Ada harapan yang diselipkannya. Romo Syafii berharap tahun ini penentuan 1 Ramadan bisa sama dengan keputusan Muhammadiyah, yang memang sudah lebih dulu mengumumkan. "Mudah-mudahan bisa sama seperti tahun sebelumnya," ucapnya penuh harap.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah merilis keputusan resmi. Mereka menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini bukan asal tebak, melainkan hasil hisab hakiki dari Majelis Tarjih dan Tajdid. Semua mengacu pada prinsip dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal, seperti yang tercantum dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Jadi, meski satu pihak sudah punya tanggal pasti, pemerintah masih menunggu. Semuanya kembali lagi ke meja sidang isbat nanti.
Artikel Terkait
BMKG Tegaskan: Teknologi Tak Mampu Bubarkan Siklon, Fokus Beralih ke Mitigasi Darat
Bareskrim Ungkap Jaringan SMS Phising Berkedok e-Tilang, Tiga Tersangka Diamankan
Iran Bantah Klaim Trump: Kami Tak Pernah Minta Negosiasi
Nasihat Guru Berujung Laporan Polisi, Orang Tua Murid Tuntut Permintaan Maaf Publik