BMKG: Hujan Lebat Masih akan Guyur Jawa hingga Awal Februari

- Selasa, 27 Januari 2026 | 17:15 WIB
BMKG: Hujan Lebat Masih akan Guyur Jawa hingga Awal Februari

Hujan lebat belum tampak akan beranjak dari langit Indonesia. Menurut prediksi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem ini masih akan menerjang berbagai wilayah hingga akhir Januari 2026 mendatang. Khususnya, masyarakat di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara perlu bersiap; intensitas hujan di sana diprakirakan masih sangat tinggi.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi V DPR di Senayan, Selasa lalu. Menurutnya, tiga hari ke depan tanggal 26, 27, dan 28 Januari masih akan diwarnai curah hujan yang signifikan.

"Kami sampaikan bahwa daerah yang untuk seminggu ke depan, tanggal 26, 27, 28 ini, yang cukup tinggi adalah di daerah Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, kemudian seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara,"

Faisal melanjutkan penjelasannya. Di akhir bulan ini, kata dia, hujan yang turun masih masuk kategori lebat. Angkanya cukup mengkhawatirkan: diperkirakan mencapai 50 hingga 100 milimeter dalam satu hari.

"Ini adalah kondisi di akhir bulan Januari ini di mana hujannya masih cukup tinggi atau hujan lebat 50 sampai 100 mm per hari,"

Lalu kapan musim hujan ini akan berakhir? Untuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, puncaknya masih akan berlangsung sampai awal Februaran nanti. Baru setelah itu, kondisi akan berangsur-angsur mengering.

Namun begitu, masyarakat harus bersabar menanti teriknya kemarau. Faisal memproyeksikan, musim kering di Pulau Jawa baru benar-benar dimulai sekitar bulan Mei mendatang.

"Tapi, kalau di Jawa, ini sekarang kita cukup banyak hujannya kondisinya masih cukup yang hijau tadi itu. Kemudian makin lama makin mengering, kemudian bulan Mei, Juni, dan Juli itu adalah musim kering di daerah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara,"
"Jadi puncak musim hujan masih terjadi di bulan Januari hingga di awal Februari tahun ini"

Jadi, siapkan payung dan waspada banjir. Cuaca ekstrem tampaknya masih akan jadi 'tamu' yang cukup lama di awal tahun ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar