Sabtu lalu, suasana duka menyelimuti jajaran Polres Cimahi. Dua anggotanya, Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, meninggal dunia dalam sebuah insiden tragis. Mereka tertabrak truk TNI saat sedang bertugas menangani bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Peristiwa naas itu terjadi di lokasi yang sama, di mana truk tersebut konon tengah mengangkut bantuan untuk korban longsor. Menurut sejumlah saksi, kejadiannya sangat cepat dan di luar dugaan.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Setiawan, membenarkan kabar tersebut. Dalam keterangannya pada Minggu (25/1), Rudy menyampaikan duka yang mendalam.
"Betul dua anggota kami yang terlibat dalam penanggulangan bencana, jadi korban kecelakaan lalu lintas," ujarnya.
Dia menegaskan, meski dalam duka, kerja evakuasi korban bencana di Cisarua tetap menjadi prioritas utama. Proses pencarian dan identifikasi korban longsor masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Penghormatan Terakhir: Kenaikan Pangkat
Di sisi lain, sebagai bentuk penghormatan, kedua anggota yang gugur itu akan mendapat penghargaan khusus. Rudy menyebut mereka dinyatakan gugur dalam tugas.
"Mereka memperoleh penghargaan dari bapak Kapolri dengan kenaikan pangkat satu tingkat," jelas Kapolda.
Kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi itu merupakan keputusan langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kedua anggota telah dimakamkan, namun duka bagi keluarga dan rekan sejawat tentu masih terasa sangat dalam.
Sampai saat ini, penyebab pasti kecelakaan itu masih diselidiki. Kronologi detailnya tengah diusut oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan kejelasan. Semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang lebih lengkap.
Artikel Terkait
Rumah Dinas Wakil Bupati Deli Serdang Ditembak OTK, Polisi Temukan Dua Serpihan Kaca
KTT G7 di Evian Didominasi Perang Ukraina dan Konflik Iran, Von der Leyen Tegaskan Sanksi Tak Akan Dicabut Tanpa Perubahan Nyata
DPR Setujui Pagu Anggaran ESDM Rp27,33 Triliun untuk 2027, 82 Persen Dialokasikan ke Infrastruktur Energi dan Program Rakyat
BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Diduga Ditunggangi Kepentingan Politik, Soroti Koneksi Eks Ketua BEM UGM dengan Jenderal Purnawirawan