Hujan deras yang mengguyur Pemalang ternyata membawa petaka. Di Desa Bongas, Watukumpul, dua petani seorang bapak dan anaknya dilaporkan tertimbun material longsor saat sedang menggarap lahannya. Kejadian ini terjadi Minggu pagi, dan hingga sore harinya, korban belum juga ditemukan.
Upaya pencarian langsung digelar. Tim SAR yang terdiri dari berbagai elemen dikerahkan ke lokasi yang masuk kawasan hutan itu.
Camat Watukumpul, Arif Rahman Hakim, mengonfirmasi kronologi kejadian.
"Iya, ada dua korban. Tadi pagi sekitar pukul 06.00 dilaporkan terjadi longsor di Desa Bongas. Sampai dengan pukul 15.15 WIB, korban belum ditemukan," ujarnya kepada wartawan, Senin (26/1).
Arif menambahkan, pencarian dilakukan bersama Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat. Namun begitu, ada kendala serius yang menghadang.
"Dengan situasi dan cuaca seperti ini, jika terus memburuk maka pencarian akan kami tarik sementara. Keselamatan tim juga menjadi prioritas," imbuhnya.
Cuaca memang jadi musuh utama. Menurut Handika dari Unit Siaga SAR Pemalang Basarnas Semarang, informasi baru diterima sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka langsung bergerak meski medan yang ditempuh cukup jauh dan berat.
"Terjadi tanah longsor di Dukuh Siranti. Ada dua korban atas nama Hamim dan Aksinudin. Diinfokan bapak-anak," jelas Handika saat dihubungi.
Ia melanjutkan, kendala utama adalah cuaca ekstrem. Hujan dan kabut tebal bukan hanya menghambat, tapi juga membahayakan keselamatan para petugas di lapangan. Sampai saat ini, seluruh tim masih berjibaku di lokasi, berharap bisa menemukan kedua korban secepat mungkin.
Artikel Terkait
Penyematan Jaket PSI ke Jokowi Dinilai Sekadar Formalitas Perpisahan dengan PDIP
326 Kepala Sekolah di Sulsel Ancam Mundur Massal Imbas Temuan BPK soal Dana BOS
BPBD DIY: Status Siaga Merapi Bukan Sekadar Label, Ancaman Lava dan Awan Panas Masih Nyata
Polisi Bantah Tabrak Lari, Pengejaran Fortuner di Ciledug Bagian dari Operasi Narkoba