Korban Tewas Kebakaran Mal Karachi Bertambah, Proses Identifikasi Masih Berjalan

- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:25 WIB
Korban Tewas Kebakaran Mal Karachi Bertambah, Proses Identifikasi Masih Berjalan

Angka korban jiwa terus bertambah. Kebakaran hebat yang melalap pusat perbelanjaan Gul Plaza di Karachi, Pakistan, kini telah merenggut sedikitnya 67 nyawa. Seorang juru bicara pemerintah setempat mengonfirmasi kabar pilu ini pada Jumat lalu, enam hari setelah tragedi pada 17 Januari itu menghanguskan mal berlantai tiga tersebut.

Hingga saat ini, apa yang memicu kobaran api masih menjadi misteri. Para penyelidik belum mengumumkan penyebab pastinya.

"Pemeriksaan post-mortem terhadap 67 jenazah telah selesai," ujar juru bicara itu.

Ia menambahkan, proses analisis DNA masih terus berjalan untuk mengidentifikasi para korban.

"Identitas delapan orang telah dikonfirmasi melalui analisis DNA," tambahnya, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Di sisi lain, keluarga korban tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Mereka mengkritik keras lambatnya proses pencarian dan identifikasi. Rasa haru dan cemas bercampur aduk di lokasi. Lebih dari 50 orang rela memberikan sampel DNA mereka, berharap bisa menemukan jejak sanak saudara yang hilang dalam bencana itu.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah provinsi mengumumkan akan memberikan kompensasi sebesar 10 juta rupee, atau sekitar 35.720 dolar AS, kepada setiap keluarga yang ditinggalkan. Tak hanya itu, kompensasi juga akan diberikan kepada seluruh 1.200 pemilik toko yang kehilangan mata pencaharian.

Karachi, kota terbesar di Pakistan, memang tak asing dengan insiden kebakaran. Pasar dan pabrik-pabrik tua dengan infrastruktur yang buruk kerap jadi langganan. Tapi kebakaran dengan skala dan dampak sedahsyat ini sungguh sesuatu yang jarang terjadi.

Menanggapi tragedi ini, pemerintah provinsi menyatakan sedang mengambil langkah-langkah tertentu. Tujuannya, untuk memastikan prosedur keselamatan kebakaran benar-benar diterapkan di berbagai pusat perbelanjaan dan pasar. Sayangnya, tak ada detail lebih lanjut yang diungkapkan mengenai langkah konkret apa yang akan diambil ke depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar