Lelang kapal supertanker MT Arman 114 akhirnya gagal. Tak ada satu pun peminat yang memenuhi syarat untuk membeli kapal beserta muatannya yang mencapai 1,2 juta barel minyak mentah ringan itu. Padahal, proses lelang oleh Badan Pemulihan Aset Kejagung sudah digelar awal Desember lalu. Karena itu, kapal yang disita Kejaksaan Agung ini akan kembali dicarikan pembeli.
Menurut rencana, lelang ulang akan digelar akhir Januari 2026 mendatang. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna.
"Lelang akan dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam, beralamat di Jl Engku Putri, Batam Center, Batam 29444, dengan batas akhir penawaran pukul 10.00 WIB waktu server,"
jelas Anang dalam keterangannya, Kamis (22/1/2025).
Dia menambahkan, proses lelang akan dilakukan secara daring. Calon pembeli bisa mengakses situs lelang.go.id untuk mengikuti prosesnya.
Soal harga, nilainya fantastis. Kapal tanker raksasa ini dilelang satu paket dengan harga mencapai Rp 1,1 triliun lebih.
"Total nilai limit objek lelang tersebut senilai Rp 1.174.503.193.400 dan uang jaminan lelang Rp 118.000.000.000," tutur Anang.
Kapal ini sendiri bukan kapal baru. Dibangun di Korea Selatan pada 1997, MT Arman 114 punya ukuran yang luar biasa besar. Bayangkan saja, panjangnya lebih dari 330 meter dengan lebar mendekati 60 meter. Badannya dari baja, dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Dari segi tonase, kapal ini memiliki tonase kotor 156.880 ton dan tonase bersih 107.698 ton. Saat disita, kapal bermuatan minyak mentah ringan sebanyak 1.245.166,9 barel. Sebuah kargo yang nilainya tentu sangat tinggi.
Kini, nasib kapal supertanker itu kembali digantungkan pada lelang kedua. Apakah akan ada peminat yang serius? Kita tunggu saja hasilnya awal tahun depan.
Artikel Terkait
KRL Tertabrak Kereta Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur, 4 Tewas dan Puluhan Terluka
Kereta Purwojaya Terlantar Dua Jam di Stasiun Jatinegara Akibat Tabrakan KRL dan KRD di Bekasi Timur
Tiga Tewas dalam Tabrakan Kereta Api dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Evakuasi Korban Terjepit Masih Berlangsung
Indonesia Jalin Kerja Sama Internasional untuk Kejar Ketertinggalan di Sektor Semikonduktor