Suara dari Bawah Reruntuhan: Longsor Terjang Perkemahan di Selandia Baru

- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:20 WIB
Suara dari Bawah Reruntuhan: Longsor Terjang Perkemahan di Selandia Baru

Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur kawasan utara Selandia Baru. Akibatnya, bencana pun tak terhindarkan. Sebuah lokasi perkemahan di kaki Gunung Maunganui yang sudah tidak aktif itu diterjang tanah longsor hebat. Beberapa orang, termasuk anak-anak, dilaporkan hilang tertimbun.

Menurut laporan dari AFP dan Reuters pada Kamis (22/1/2026), timbunan lumpur dan puing itu menghancurkan blok kamar mandi di area perkemahan. Yang bikin ngeri, suara-suara masih terdengar dari bawah reruntuhan. Itu yang diungkapkan sejumlah petugas darurat yang langsung bergerak cepat.

Asisten Komisioner Kepolisian setempat, Tim Anderson, memberikan keterangan di lokasi kejadian.

"Meski tanah di sini masih terus bergerak, misi penyelamatan tetap kita jalankan," katanya kepada para wartawan.

Soal jumlah korban, Anderson enggan menyebut angka pasti. "Saya tidak bisa menyebut angka pastinya. Yang bisa saya katakan adalah jumlah satu digit," ujarnya singkat.

Longsor ini terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Material dari lereng gunung tiba-tiba meluncur deras, menghantam mobil karavan dan bangunan di area perkemahan itu. North Island memang sedang dilanda cuaca ekstrem. Hujan lebat sepanjang hari memicu kerusakan di mana-mana.

Ribuan rumah bahkan gelap gulita karena listrik padam. Jalanan ditutup, banyak warga yang terpaksa mengungsi. Pesisir timur North Island nyaris tak ada yang luput dari guyuran hujan ini.

Di sisi lain, upaya penyelamatan sudah dimulai bahkan sebelum tim resmi tiba. Komandan Dinas Pemadam Kebakaran dan Urusan Darurat, William Pike, bercerita.

Orang-orang di lokasi perkemahan langsung beraksi, berusaha menggali puing dengan tangan mereka sendiri. Dan mereka mendengar sesuatu.

"Tim pemadam kebakaran pertama kami tiba dan dapat mendengar hal yang sama," ucap Pike. Suara itu menjadi harapan di tengah tumpukan lumpur yang mengubur segalanya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar