Paku Buwono XIV Buka Komunikasi dengan DPR, Bahas Masa Depan Keraton Solo

- Rabu, 21 Januari 2026 | 13:50 WIB
Paku Buwono XIV Buka Komunikasi dengan DPR, Bahas Masa Depan Keraton Solo
Pertemuan Keraton Solo dengan Pimpinan DPR

Suasana di Ruang Nusantara III, Gedung DPR Senayan, Rabu siang itu terasa berbeda. Paku Buwono XIV, Gusti Purbaya, hadir disana. Ia tak sendirian. Sang ibunda, GKR Asih Winarni, dan kakaknya, GKR Anom Sekarjati, turut mendampingi dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Agendanya sederhana: silaturahmi. Tapi obrolan yang mengalir tentu saja menyentuh hal-hal penting. Terutama soal masa depan Keraton Surakarta.

GKR Anom Sekarjati yang banyak berbicara menjelaskan, kunjungan ini intinya untuk memperkenalkan Gusti Purbaya yang telah ditunjuk sebagai Paku Buwono XIV. "Semoga ke depannya kita bisa bekerja sama dengan baik," ujarnya.

Kerja sama yang dimaksud adalah untuk mengelola dan memelihara keraton. Ia tak menampik bahwa konflik internal yang sempat menyita perhatian nasional juga sedikit tersinggung dalam pembicaraan.

"Ya, wajar saja dibahas. Itu kan jadi berita nasional," katanya dengan nada lugas.

Namun begitu, pihak keraton lebih memposisikan diri sebagai pihak yang meminta pandangan. "Kami hanya mohon arahan saja dari pemerintah. Kami harus seperti apa," tambah GKR Anom.

Harapannya jelas: kerukunan. Ia ingin semua pihak bisa diajak duduk bersama, bekerja sama dengan rukun untuk mengembangkan keraton. Itu poin utamanya.

Di sisi lain, Gusti Purbaya sendiri menyebut pertemuan ini murni berniat bersilaturahmi. Dalam pernyataannya, ia sepakat dengan sang kakak.

"Diberikan masukan-masukan juga, supaya keraton bisa tetap berjalan dengan baik. Dan selalu pasti ada musyawarah," imbuh Gusti Purbaya.

Pertemuan yang berlangsung cukup singkat itu meninggalkan kesan akan adanya upaya untuk membangun komunikasi. Setelah gemuruh konflik, kini yang diutamakan adalah dialog dan harapan untuk mengelola warisan budaya itu secara lebih kolektif.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar