Rapat perdana panitia khusus reforma agraria akhirnya digelar DPR RI hari ini. Ruang Komisi V di Senayan, Jakarta Pusat, menjadi tempat berkumpulnya sejumlah menteri dan wakil menteri terkait, Rabu (21/1/2026) ini. Agenda utamanya sederhana tapi berat: membahas nasib ribuan desa yang masih tertinggal.
Pimpinan rapat dipegang oleh Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, yang sekaligus menjabat Koordinator Tim Pansus. Suasana ruang rapat tampak serius. Di antara yang hadir, terlihat Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki. Mereka semua diundang dengan satu tujuan.
Menurut Saan, pilihan narasumber rapat pertama ini bukan tanpa alasan. Ia menyebut ada banyak masukan dari lapangan yang mendasarinya.
"Hari ini berdasarkan juga banyak masukan kenapa rapat pertama ini kita mengundang Menteri Desa, ATR/BPN, Tansmigrasi, Kehutanan dan juga Kemendagri. Ini terkait dengan desa-desa yang masih, ada ribuan desa di Indonesia ini yang masih kategori tertinggal,"
Persoalannya kompleks. Di satu sisi, upaya membangun infrastruktur di desa-desa itu terus digaungkan. Namun begitu, kenyataan di lapangan bicara lain. Akses yang minim masih menjadi hambatan besar, menghambat segala rencana pembangunan.
Saan berharap rapat ini bisa memicu pergerakan yang lebih masif. Dari semua pemangku kebijakan yang duduk di ruangan itu. Waktunya memang tidak banyak, dan pekerjaan rumahnya sangat banyak.
Artikel Terkait
APBD DKI 2025 Cetak Surplus Rp 3,89 Triliun, Pramono: Fondasi Fiskal Kuat
Vonis Seumur Hidup untuk Pembunuh Shinzo Abe Akhirnya Dijatuhkan
Kotak Hitam ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Terjal Gunung Bulusaraung
Dasco Tegaskan Usulan Deputi Gubernur BI Murni dari Perry Warjiyo, Bukan Intervensi Istana