Banyuwangi baru-baru ini jadi sorotan. Bukan karena keindahan alamnya, tapi gara-gara sebuah acara peringatan Isra Mikraj yang diwarnai aksi panggung kontroversial. Seorang biduan joget di atas panggung, dan rekamannya langsung menyebar cepat, memicu perdebatan hangat di jagat maya.
Di sisi lain, ormas Islam Muhammadiyah tak tinggal diam. Mereka angkat bicara, menyatakan kritik pedas terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya.
"Segala juga kepantansan, sungguh tidak pantas peringatan keagamaan disertai dengan joget-joget dan musik yang tidak sesuai dengan prinsip agama," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Baginya, mencampurkan hiburan dan acara keagamaan adalah hal yang keliru. Ia menekankan pentingnya memisahkan kedua hal itu.
"Saya kira hiburan harus dipisahkan dari acara keagamaan," tegas Dadang.
Ia pun berpesan, khususnya kepada para penyelenggara kegiatan serupa. "Penyelenggara kegiatan keagamaan harus hati-hati, jangan sampai menjadi tercela," tuturnya. Harapannya jelas: masyarakat perlu lebih bijak dan selektif agar esensi peringatan agama tidak luntur oleh hingar-bingar hiburan yang kurang tepat.
Artikel Terkait
Remaja 19 Tahun Tewas Dikeroyok Empat Teman di Surabaya, Dipicu Sandal Crocs Hilang
IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.524 Triliun
Wanita di Banyuasin Nekat Ajak Kekasih Bunuh Pria Pilihan Orang Tua karena Tolak Perjodohan
KAI Dinilai Jadi Rujukan Layanan Publik Berkat Konsistensi dan Kedisiplinan Masyarakat