Fadli Zon Dorong Perubahan STEM ke STEAM, Targetkan Museum Jadi Penggerak Ekonomi

- Rabu, 14 Januari 2026 | 11:45 WIB
Fadli Zon Dorong Perubahan STEM ke STEAM, Targetkan Museum Jadi Penggerak Ekonomi

Di ruang rapat Kemenko PMK, Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon kembali duduk bersama para anggota Dewan Penyantun Dana Abadi Pendidikan. Pertemuan Rabu (14/1/2026) itu adalah kelanjutan dari pembahasan Desember lalu, sebuah upaya menjaga ritme kerja dan arah kebijakan agar tetap konsisten.

Agendanya jelas: mematangkan strategi. Tapi Fadli punya harapan lebih. Ia ingin program ini tak cuma menyentuh pendidikan umum, melainkan juga merangkul seni dan budaya secara lebih lebar. Bukan cuma soal pertunjukan, tapi juga bagaimana ranah ini bersinggungan dengan ekonomi dan industri kreatif.

"Ada dua hal besar yang ingin kami dorong," ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya.

"Pertama, Indonesia sebagai negara dengan cultural mega diversity. Kekayaan budaya kita luar biasa dan bisa dimanfaatkan secara langsung. Ujungnya adalah manfaat bagi pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat sekitar."

Lalu ia melanjutkan, "Kedua, budaya sebagai soft power. Sejarah kita sangat tua, berpotensi jadi salah satu pusat asal-usul manusia modern. Temuan ilmiah pakai carbon dating dan uranium series saja menunjukkan lukisan gua tertua di dunia ada di sini, usianya sekitar 51.200 tahun. Itu jauh melampaui rekor Prancis yang 'hanya' 17.000 tahun."

Berdasarkan potensi besar itulah, Fadli menekankan bahwa ahli museum di Indonesia masih perlu ditingkatkan, baik jumlah maupun kualitasnya. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan museum sebagai pusat budaya sekaligus penggerak ekonomi. Untuk mendukung hal tersebut, ia punya usulan konkret: mengubah pendekatan STEM menjadi STEAM, dengan menambahkan penekanan pada Arts (seni). Tujuannya, mengakomodasi kebutuhan akan ahli museum dan pakar mega diversity kebudayaan yang akan memperkuat soft power Indonesia.


Halaman:

Komentar