"Saya kagum, masa enam bulan tadi saya lihat sudah ada yang juara olimpiade, juara matematika. Luar biasa. Saya sangat terkesima dan terharu," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan cakupan program ini. Sekolah Rakyat kini telah hadir di 166 titik, menjangkau 34 provinsi serta 131 kabupaten dan kota.
"Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan," jelas Gus Ipul.
Dukungan sarana pun tak main-main. Pemerintah telah mendistribusikan 15.487 laptop dan 596 smartboard untuk menunjang pembelajaran.
Program Sekolah Rakyat ini jelas bukan proyek biasa. Ia adalah wujud nyata dari salah satu misi penting dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo, tepatnya poin keempat: memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Konsepnya jelas, memberi akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Targetnya pun ambisius. Pemerintah ingin 500 Sekolah Rakyat beroperasi penuh hingga tahun 2029. Dengan pertumbuhan yang masif ini, sekolah yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA ini bisa menampung sekitar 1.000 siswa per lokasi.
Acara peresmian kemarin sendiri berlangsung meriah. Prabowo memimpin peluncuran didampingi Gus Ipul dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Panggung juga diramaikan oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat dari berbagai daerah. Mereka unjuk kebolehan, mulai dari teater, puisi, silat, hingga pidato dalam berbagai bahasa asing. Ada juga paduan suara dan pertunjukan kesenian khas Banjar yang memeriahkan suasana.
Semua itu menunjukkan satu hal: program ini tak cuma soal gedung dan angka. Tapi tentang memberi panggung dan masa depan.
Artikel Terkait
Iran Tuding AS dan Israel Kirim Anggota ISIS untuk Serang Warga Sipil
Gajah Buas Tewaskan 20 Warga dalam Aksi Teror Sembilan Hari di Jharkhand
Lumba-Lumba Putih Misterius Menggemparkan Warga Asahan
Peringatan di Balik Layar: Mantan Jaksa KPK Sudah Khawatirkan Skema Chromebook Rp 2,1 Triliun