Ruas jalan di Tanjung Barat, Jagakarsa, masih menyisakan bekas kejadian yang cukup menghebohkan kemarin siang. Sebuah bus Transjakarta menabrak tiang listrik di sana, Senin (12/1). Kejadian itu, seperti diceritakan saksi, sempat bikin macet parah.
Pantauan di lokasi keesokan harinya, Selasa (13/1), masih terlihat jelas bekas benturannya. Panel listrik di tiang itu penyok. Serpihan kaca berhamburan di aspal, belum sepenuhnya dibersihkan.
Idan, seorang warga sekitar, masih ingat betul detik-detik keributan itu. Menurutnya, semua berlangsung cepat.
"Kecelakaannya setengah empat-an, sebelum jam 4 lah pokoknya," ujar Idan.
"Mulai dateng polisi sama dievakuasinya itu jam empat-an," tambahnya.
Ia sendiri menyaksikan momen tabrakannya. Menurut pengamatannya, sopir bus terlihat kehilangan fokus. Pemicunya, ada pengendara di depannya yang mengerem mendadak.
"Nah itu katanya sopirnya bisa nggak fokus gara-gara sebelumnya sempat ngerem mendadak, soalnya ada ibu-ibu di depannya ngerem mendadak," cerita Idan.
Tak cuma itu. Kehilangan konsentrasi sopir makin menjadi karena sempat dipepet dan diajak ngobrol oleh seorang pengendara motor. "Terus habis itu nabrak tiang si bus-nya," katanya.
Suasana langsung berubah jadi riuh. Warga berkerumun, polisi berdatangan. "Iya, rame banget. Kemarin polisinya juga meriksa di sini. Meriksa sopirnya," kenang Idan.
Efek langsungnya? Kemacetan panjang. Proses evakuasi yang dimulai sekitar pukul empat sore itu membuat lalu lintas tersendat parah. "Sampai jam 6-an (macetnya)," ucapnya.
Dari pihak kepolisian, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin memberikan penjelasan. Bus listrik Transjakarta dengan nomor NRKB B-7022-TGX itu dikemudikan oleh seorang berinisial KM, melaju dari arah Cilandak menuju Tanjung Barat.
Namun begitu, bus itu mengalami "out of control" saat berada di kolong flyover Tanjung Barat. "Setibanya di kolong layang tol JORR, diduga kurang hati-hati menabrak tiang," ungkap Komarudin.
Akibat insiden tersebut, satu penumpang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Sementara bagian depan bus rusak cukup parah.
Merespons kejadian ini, PT Transjakarta tak tinggal diam. Mereka menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM.
Lebih lanjut, Tjahyadi menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah keselamatan penumpang. "Korban langsung mendapatkan perawatan di RS Pasar Rebo, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak operator," sambungnya.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Tinjau Bantuan Bedah Rumah di Kendari, Alokasi 2026 Melonjak Jadi 8.973 Unit
CFD Ditiadakan pada 31 Mei 2026, Bertepatan Perayaan Waisak
Polisi Tangkap Pengendara Motor Bawa Satu Kilogram Ganja saat Razia di Karawaci
Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026