Hujan deras mengguyur kawasan Desa Mekarsari di Rancabungur, Bogor, Jumat lalu. Bukan hujan biasa. Angin kencang menyertainya, menghantam atap-atap rumah warga hingga menyebabkan kerusakan di sejumlah titik.
Menurut M Adam Hamdani dari BPBD Kabupaten Bogor, cuaca ekstrem itu memang terjadi pada Jumat (9/1). Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap.
"Intensitas hujannya tinggi, anginnya juga kencang," ujar Adam, Sabtu (10/1/2026).
"Beberapa rumah rusak di bagian atapnya. Faktor usia bangunan dan konstruksi yang sudah lapuk memperparah keadaannya."
Dampaknya tersebar di tiga kampung sekaligus. Secara total, ada sepuluh rumah warga yang menderita kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Lokasi terdampak meliputi Kampung Sukajadi, Cimanggu, dan Sindangpala.
Rinciannya, Cimanggu jadi yang terparah dengan enam rumah rusak. Sindangpala menyusul dengan tiga rumah. Sementara di Sukajadi, satu rumah mengalami kerusakan ringan.
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski atapnya rusak, para pemilik rumah masih tetap bertahan di dalamnya.
"Rumah masih dihuni. Tapi kondisi atapnya rata-rata sudah lapuk," jelas Adam.
Ia menambahkan, situasi ini butuh penanganan serius dari dinas terkait agar tidak berulang atau membahayakan penghuni di kemudian hari.
Artikel Terkait
BPBD Cianjur Pastikan Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa M 3,5 yang Guncang Cilaku
Polisi Tangkap Tiga Remaja Pelaku Pembacokan di Underpass Tambun Bekasi, Satu Pelaku Masih Buron
Prabowo Dorong Siswa SRMP 17 Tabanan Belajar Keras Demi Angkat Derajat Orang Tua
MPR dan PPI Kaltim Gelar Lomba Baris-Berbaris untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan di Tengah Era Digital