Kondisi mirip terjadi di Sumut dan Sumbar. Meski mayoritas wilayah sudah masuk fase pemulihan, beberapa titik tertentu di kedua provinsi itu tetap dipantau ketat, sesuai dengan tingkat kerusakan yang mereka alami.
Di sisi lain, perbaikan infrastruktur dasar terus jadi prioritas. Jaringan jalan nasional di tiga provinsi itu hampir seluruhnya sudah tersambung kembali. Sedangkan untuk jalan non-nasional, perbaikannya dikerjakan bertahap oleh Kementerian PU dengan dukungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Tito juga menyoroti progres pendataan rumah rusak. Pemerintah berusaha mempercepat dan memvalidasi data ini agar bantuan untuk masyarakat terdampak bisa segera turun. Harapannya, dengan bantuan yang cepat, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda bisa berkurang drastis.
Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, ada usulan penambahan personel. TNI, Polri, ASN, bahkan mahasiswa sekolah kedinasan akan dilibatkan untuk membantu membersihkan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum.
Selain itu, akan dibentuk dua posko utama pemulihan: satu di Jakarta dan satu lagi di Banda Aceh. Fungsinya sebagai pusat koordinasi, pengendalian, dan informasi.
“Posko ini akan diawasi 24 jam oleh tim yang kita bentuk,” pungkas Tito.
“Tujuannya untuk menampung segala informasi, baik dari kementerian/lembaga maupun langsung dari daerah-daerah.”
Artikel Terkait
Polisi Banten Bantu Evakuasi Anak Kejang ke Rumah Sakit
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer