“Banyak, Pak,” kata Erick sambil menunjuk tumpukan medali Martina.
Prestasi Martina di Thailand memang luar biasa. Ia menyumbang lima emas dari cabang Triathlon dan Duathlon, ditambah dua medali perak. Lima emas itu datang dari nomor Triathlon Individual Putri, Aquathlon Estafet Putri, Aquathlon Estafet Campuran, Duathlon Estafet Putri, dan Duathlon Estafet Campuran. Sebuah kerja keras yang terbayar lunas.
Nah, soal bayaran, pemerintah kali ini memang cukup royal. Bonus untuk peraih emas SEA Games naik signifikan menjadi Rp 1 miliar, melonjak dari angka sebelumnya yang Rp 500 juta. Kenaikan ini tentu jadi angin segar bagi para atlet.
Untuk perak, bonusnya Rp 315 juta, sementara perunggu dihargai Rp 157 juta. Khusus nomor beregu, peraih emas dapat Rp 500 juta per orang, perak Rp 220 juta, dan perunggu Rp 110,25 juta per atlet. Semua itu terkumpul dalam total bonus fantastis: Rp 465,25 miliar.
Dan Indonesia punya alasan untuk merayakannya. Di SEA Games 2025, kontingen kita berhasil memboyong pulang 91 medali emas. Sebuah pencapaian yang, seperti reaksi Prabowo terhadap Martina tadi, patut dikagumi.
Artikel Terkait
Iran Klaim Kemenangan dan Tegaskan Kendali Baru atas Selat Hormuz
Akademisi Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Terkait Dugaan Penghasutan
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung