Nekat Berpura-pura Jadi Pramugari, Wanita Ini Hanya Ingin Bahagiakan Orang Tua

- Kamis, 08 Januari 2026 | 16:15 WIB
Nekat Berpura-pura Jadi Pramugari, Wanita Ini Hanya Ingin Bahagiakan Orang Tua

Kasus penyamaran seorang wanita sebagai pramugari Batik Air akhirnya terungkap. Ceritanya berawal dari keinginan sederhana, namun berujung ricuh di dalam pesawat. Khairun Nisa, nama wanita itu, mengaku semua ini dilakukannya cuma untuk membahagiakan orang tuanya.

“Rencananya hanya untuk menyenangkan orang tuanya saja,”

kata Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, saat dikonfirmasi pada Kamis (8/1/2026).

Septian membeberkan kronologinya. Ternyata, Nisa yang berasal dari Palembang ini pernah mencoba peruntungan menjadi pramugari di Maret 2025 silam. Orang tuanya sampai rela menggelontorkan uang puluhan juta rupiah demi impian sang anak. Sayangnya, dia gagal. Tidak lulus.

Nah, di sinilah masalahnya dimulai. Demi menunjukkan ‘keberhasilan’ pada keluarga, Nisa pun nekat. Dia berdandan dan mengenakan seragam yang sangat mirip dengan pramugari Batik Air.

“Jadi dia dulu pernah daftar pramugari dan ortunya sudah mengeluarkan uang, cuma dia nggak lulus. Jadi dia mau nunjukin ke keluarganya makanya dia pakai baju itu,”

jelas Septian lagi.

Selasa (6/1) lalu, saat akan terbang ke Jakarta dari Palembang, orang tuanya mengantarnya ke bandara. Waktu keberangkatan yang mepet membuat Nisa tak sempat mengganti pakaian ‘khusus’ itu. Dia pun masuk pesawat dengan seragam gadungannya.

Dan anehnya, dia berhasil lolos. Tidak ada yang mencurigainya saat masuk. Barulah saat pesawat mengudara, kecurigaan muncul. Seorang awak kabin mendekati dan bertanya kepadanya, “Mbak diklat tahun berapa?”

Nisa langsung gelagapan. Bingung. Dari situlah aktingnya bobol.

Berakhir di Kantor Polisi

Awak kabin yang curiga langsung melaporkan keamanan bandara. Begitu pesawat mendarat di Jakarta, Nisa langsung digiring oleh Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Dia dibawa ke Polres setempat untuk diperiksa lebih lanjut.

“Setelah proses turun penumpang, Saudari Khairun Nisa dibawa ke kantor Polresta Bandara Soetta guna penyelidikan lebih lanjut,”

tutur Septian.

Untungnya, cerita ini tidak berakhir dengan penahanan. Menurut Septian, pihak maskapai punya pertimbangan lain. Batik Air memilih untuk tidak mempersoalkan kasus ini secara hukum.

“Intinya yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut,”

pungkasnya. Sebuah aksi iseng yang nyaris berakibat serius, berakhir dengan peringatan dan pelajaran.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar