Rasa takut itu nyata. Di sebuah masjid di Minto, sekitar satu jam perjalanan dari Sydney, beberapa jemaah kini rela menginap semalaman. Tujuannya satu: menjaga tempat ibadah mereka dari aksi vandalisme yang mengintai. Ini adalah langkah ekstra yang mereka ambil, sebagai respons dari melonjaknya ancaman Islamofobia pasca serangan mengerikan di Bondi bulan lalu.
Seorang anggota komite masjid yang enggan disebutkan namanya mengaku, tidur di masjid adalah bentuk perlindungan paling langsung yang bisa mereka lakukan. Suaranya terdapat getar saat berbicara kepada ABC Indonesia.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Australian National Imams Council (ANIC) mencatat, ancaman dan ujaran kebencian terhadap Muslim melonjak hingga 200 persen sejak peristiwa 14 Desember di Bondi. Setidaknya sembilan masjid dan organisasi Islam sudah melapor ke polisi. Angka itu belum termasuk serangan terhadap individu, terutama perempuan berhijab, yang kerap menjadi sasaran paling rentan.
Premier New South Wales, Chris Minns, menyebut situasi ini "mengerikan".
Di sisi lain, ancaman ternyata tak hanya berpusat di Sydney. Masjid tertua di pusat kota Melbourne yang dikelola komunitas Muslim Albania, untuk pertama kalinya menerima email kebencian. ABC Indonesia telah melihat isinya: Islam disebut sebagai "sekte kematian" dan mereka disuruh "keluar dari masyarakat Yahudi-Kristen".
Selima Ymer dari Albanian Australian Islamic Society Women's Committee yakin, email itu adalah reaksi atas serangan Bondi. Ia merasa was-was.
Ketakutannya mendalam. Banyak di komunitasnya yang khawatir Islamofobia ini bisa memicu kekerasan mematikan, seperti serangan Christchurch di Selandia Baru tahun 2019 silam. "Kita selalu takut akan insiden seperti itu," ujarnya.
Ironisnya, semua ini terjadi meski ada tindakan heroik seorang Muslim, Ahmed Al Ahmed, yang tanpa senjata menerjang salah satu penembak di Bondi. Ancaman tetap berlanjut.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Buka Suara Soal Dua Ponsel Misterius di Rutan Salemba
Gus Ipul: Data Akurat dan Kolaborasi Daerah Kunci Sukses Program Kemensos
Macet Pagi di Bogor Berujung Penangkapan Pelaku Tawuran
Kemlu Pantau WNI di Eropa Terlanda Badai Salju, Belum Ada Korban Dilaporkan