Di awal tahun ini, pemerintah punya rencana besar untuk menangani gunungan sampah di sejumlah daerah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan bahwa pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy bakal segera dimulai. Tak tanggung-tanggung, proyek ini akan dibangun di 34 titik yang tersebar di kabupaten dan kota seluruh Indonesia.
Lokasinya dipilih dengan pertimbangan khusus. Menurut Prasetyo, proyek PSEL ini akan dibangun khusus di daerah-daerah yang volume timbulan sampah hariannya sudah menyentuh angka rata-rata 1.000 ton. Bayangkan saja, sampah sebanyak itu setiap harinya. Kalau tidak ditangani cepat, ya sudah pasti menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan yang serius.
"Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari," jelas Prasetyo.
Ia menambahkan, "Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah."
Pernyataan itu disampaikannya kepada para wartawan di Hambalang, Bogor, Selasa lalu.
Artikel Terkait
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk
Pemeriksaan Richard Lee Terhenti di Tengah Malam, Penahanan Ditunda