Suasana di TPAS Cilowong, Taktakan, akhir-akhir ini memang memanas. Warga sekitar menolak keras kiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan. Menanggapi protes itu, Pemerintah Kota Serang pun akhirnya mengambil langkah: penerimaan sampah dari Tangsel dihentikan sementara. Langkah ini diambil untuk evaluasi, setelah audiensi digelar antara pemkot dan warga yang merasa terdampak.
Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin, membenarkan penghentian sementara itu. Menurutnya, uji coba yang baru berjalan sejak awal Januari ini perlu ditinjau ulang.
"Ini kan baru uji coba beberapa hari. Kita hentikan dulu untuk dilakukan evaluasi. Saya pikir wajar masyarakat menyampaikan aspirasinya, baik dengan keras maupun lembut. Poinnya, kita akan melakukan perbaikan-perbaikan," ujar Nanang, Selasa (6/1/2026).
Ia menegaskan, pemkot tetap berkomitmen untuk berdialog. Baik dengan warga yang menolak, maupun yang mungkin menerima kebijakan kerja sama ini. Berbagai keluhan selama masa uji coba itu, katanya, sudah didengar.
"Kami membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk melihat apa saja dampak dari perjanjian kerja sama itu. Misalnya, ada mobil truk Tangsel yang sebagian sudah bagus, sebagian masih rusak, bau air lindi masih ada. Ini menjadi bahan perbaikan ke depan," katanya menjelaskan.
Di sisi lain, dari hasil audiensi juga muncul sejumlah catatan teknis. Ketua Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyebut ada laporan tentang kondisi truk hingga masalah air lindi yang masih mengganggu.
"Berdasarkan pengawasan, termasuk dari masyarakat yang secara sukarela ikut mengawasi, disampaikan bahwa mobilnya baru. Kedua, soal terpal, ketika ditemukan tidak layak langsung diganti baru. Kemudian air lindi, di tampungan masih ada yang tercecer. Kami juga memastikan sampah yang dibawa ke Kota Serang adalah sampah baru, bukan timbunan," papar Wahyu.
Lalu, bagaimana nasib kerja sama ini ke depan?
Wahyu menyatakan, keputusan akhir sepenuhnya ada di pundak Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Hasil evaluasi dari pertemuan dengan warga akan segera disampaikan.
"Besok kami sampaikan ke Pak Wali Kota hasil evaluasinya. Kami akan menyampaikan kondisi objektif kepada Pak Wali, selanjutnya Pak Wali yang memutuskan," tutupnya.
Jadi, untuk sementara, truk-truk pengangkut dari Tangsel tak akan masuk ke Cilowong. Semua menunggu keputusan sang wali kota, setelah ia mempertimbangkan laporan lengkap dan aspirasi warga yang begitu vokal.
Artikel Terkait
Saan Mustopa Tekankan Persiapan Matang dan Mental Pemenang Menuju Pemilu 2029 di Dapil Jabar
TNI Perbaiki Jembatan Penghubung Desa yang Ambruk Kembali Diterjang Banjir di Tapanuli Tengah
Festival Imlek Nasional 2026 Tawarkan Cek Kesehatan Gratis hingga USG
PT Sucofindo dan Surveyor Indonesia Raih Penghargaan di ITAY 2026