Gunungan Sampah di Pasar Cimanggis, Warga Tahan Napas

- Selasa, 06 Januari 2026 | 18:50 WIB
Gunungan Sampah di Pasar Cimanggis, Warga Tahan Napas

Bau menusuk langsung tercium begitu mendekati Pasar Cimanggis di Ciputat, Tangsel. Sumbernya? Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan, seolah jadi pemandangan baru yang tak sedap dipandang. Warga setempat mengeluhkan bau busuk itu sudah berhari-hari, sementara tumpukan itu sendiri tampak belum tersentuh petugas kebersihan.

Dana, seorang warga yang sering melintas, mengaku melihat sampah-sampah itu sejak kemarin sore. “Kemarin sore saya lewat situ. Dan tadi pagi pas saya antar istri, sampah masih ada, belum diangkut,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, sampah yang dibungkus plastik kresek hitam itu diduga berasal dari rumah tangga. Yang bikin risih, tumpukan itu bukan cuma satu titik. Ada beberapa lokasi lain yang mengalami hal serupa. Dalam video yang beredar, bahkan terlihat alat berat seperti buldozer di sekitar lokasi, seakan mengisyaratkan masalah yang tak sederhana.

“Sampahnya menimbulkan bau busuk karena sudah berapa hari "ketumpuk" sampai segitu banyak,” lanjut Dana. “Ya katanya sih karena ada persoalan di TPA, cuma harusnya ada penanganan, tidak hanya ditumpuk sampai setinggi itu.”

Dia berharap masalah ini segera dicarikan solusi. Bukan cuma soal bau, tapi juga kesehatan warga dan kerapian kota. “Segera dituntaskan karena mengganggu kesehatan dan mengotori tata kota,” tegasnya.

Keluhan serupa datang dari pengguna jalan lain. Banyak yang terpaksa menutup hidung saat melintas, menghindari bau menyengat yang seolah menggantung di udara.

Uji Coba Pengiriman ke Serang

Lantas, kemana sampah-sampah Tangsel ini dibawa? Rupanya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sedang mengupayakan jalan keluar dengan mengirim sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang. Langkah ini sendiri masih bersifat uji coba, menanggapi kondisi darurat yang terjadi.

“Untuk Kota Tangerang Selatan, semalam ada 10 truk yang dikirim. Itu sifatnya uji coba karena kondisi kedaruratan sampah di Tangsel,” jelas Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamin, Jumat (2/1).

Namun begitu, Pemkot Serang tidak serta merta membuka pintu lebar-lebar. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Tangsel. Pertama, sampah yang diangkut haruslah sampah baru, bukan timbunan lama yang sudah membusuk. Kedua, soal pengelolaan air lindi yang kerap menetes dari truk sampah.

“Pengelolaan air lindi harus dipastikan tidak berceceran. Karena itu, Kota Tangsel memasang alat tambahan khusus untuk pengelolaan air lindinya,” kata Wahyu.

Selain itu, ada syarat ketiga yang bernuansa pemberdayaan. Pemkot Tangsel diwajibkan mempekerjakan warga sekitar TPAS Cilowong, khususnya dari wilayah Taktakan, sebagai sopir truk pengangkut. Kebijakan ini diambil agar masyarakat lokal juga merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan TPAS di daerah mereka.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar