Suara tembakan kembali memecah keheningan malam di sekitar Istana Kepresidenan Venezuela. Kejadian ini berlangsung Senin (5/1) tengah malam, hanya berselang beberapa hari setelah ibu kota Caracas digempur pasukan AS dan Presiden Nicolas Maduro ditangkap. Situasinya mencekam.
Namun begitu, seorang sumber dalam pemerintahan mengklaim keadaan sudah bisa dikendalikan. Pernyataan itu disampaikan kepada AFP, Selasa (6/1/2026).
Menurut sumber tersebut, penyebab keributan itu adalah sejumlah drone tak dikenal yang terlihat melayang-layang di atas Istana Miraflores, tepat di jantung kota Caracas. Drone-drone itu muncul sekitar pukul delapan malam waktu setempat. Sebagai respons, pasukan keamanan tak ragu melepaskan tembakan.
Insiden tembak-menembak ini punya timing yang sensitif. Cuma beberapa jam sebelumnya, Delcy Rodriguez baru saja dilantik jadi presiden sementara, menggantikan Maduro yang digulingkan lewat operasi militer Amerika.
Keresahan juga dirasakan warga biasa. Seorang penduduk yang rumahnya cuma lima blok dari istana mengaku mendengar rentetan tembakan itu.
"Suaranya tidak sehebat saat serangan AS Sabtu dini hari yang lalu," ujarnya, memilih untuk tidak disebutkan namanya. Ia menambahkan, insiden itu cuma berlangsung singkat, kira-kira semenit.
"Saya langsung mikir, jangan-jangan ada pesawat lagi. Saya lihat ke atas, tapi kosong. Cuma ada dua titik lampu merah di angkasa,"
kata warga itu, menggambarkan kesaksiannya.
Artikel Terkait
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat di Bali: Belajar Giat, Jaga Sopan Santun, dan Angkat Derajat Orang Tua
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 60 Orang dalam Tiga Pekan, Ketidakpercayaan Masyarakat Jadi Hambatan Penanganan
Legenda PSM Soroti Dua Wajah Timnas Indonesia di Balik Kemenangan Telak atas Oman
Pemerintah Terbitkan PP Nomor 24 Tahun 2026, BUMN Ekspor DSI Jadi Saluran Tunggal Komoditas Strategis