Bencana datang di tengah malam. Sekitar pukul tiga pagi, Senin lalu, banjir bandang menyapu beberapa wilayah di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Akibatnya cukup parah: korban jiwa berjatuhan, akses jalan putus, dan fasilitas umum rusak berat. Menanggapi situasi ini, pemerintah setempat akhirnya mengambil langkah tegas.
Pemkab Sitaro resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Status ini akan berlaku selama dua pekan ke depan.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengonfirmasi hal tersebut melalui sebuah surat edaran.
"Penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro," ujarnya.
Artikel Terkait
Kejagung Kejar Aset Riza Chalid Usai Penetapan Tersangka Baru
ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional
Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Vietnam, Lolos ke Final Piala AFF 2026
FC Cincinnati Serius Incar Neymar, Komunikasi dengan Perwakilan Pemain Sudah Dibuka