Bencana datang di tengah malam. Sekitar pukul tiga pagi, Senin lalu, banjir bandang menyapu beberapa wilayah di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Akibatnya cukup parah: korban jiwa berjatuhan, akses jalan putus, dan fasilitas umum rusak berat. Menanggapi situasi ini, pemerintah setempat akhirnya mengambil langkah tegas.
Pemkab Sitaro resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Status ini akan berlaku selama dua pekan ke depan.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengonfirmasi hal tersebut melalui sebuah surat edaran.
"Penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro," ujarnya.
Artikel Terkait
Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Istana Angkat Bicara
Dua Prajurit Atlet Langsung Naik Pangkat Usai Bawa Emas SEA Games
Sisa Kayu Banjir Lalu Kembali Hanyut di Sungai Wih Gile
Golkar Tegaskan Syarat: Pilkada Lewat DPRD Harus Libatkan Rakyat