Kawasan Monas di Jakarta Pusat pagi ini ramai oleh suara spanduk dan orasi. Aliansi buruh menggelar unjuk rasa, mengisi lapangan dengan massa yang menyuarakan tuntutan mereka. Untuk mengawal aksi ini, aparat kepolisian tak main-main. Mereka menyiagakan lebih dari seribu personel gabungan.
Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, membeberkan detailnya kepada awak media.
"Total ada 1.060 personel gabungan dari Polda, Polres, dan Polsek jajaran yang kami kerahkan untuk pelayanan unjuk rasa di wilayah Jakpus ini," ujar Erlyn, Selasa (6/1/2026).
Dia menjelaskan, aksi ini diikuti oleh beberapa aliansi buruh yang cukup banyak. Nama-nama seperti KSPSI, KPBI, MJH, hingga GSBI dan ASPIRASI disebutkan ikut serta. Erlyn punya harapan sederhana: massa bisa tertib dan patuh pada aturan yang berlaku.
"Kami minta semua berjalan dengan kondusif," tambahnya.
Soal lalu lintas, polisi memilih untuk bersikap fleksibel. Rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi, kata Erlyn, akan bersifat situasional. Semuanya tergantung bagaimana kondisi riil di lapangan nanti. Karena itu, dia mengimbau warga yang tidak berkepentingan untuk cari jalan alternatif. Tujuannya jelas, menghindari kemacetan yang bisa saja terjadi.
Di sisi lain, para personel yang bertugas juga mendapat pengarahan khusus. Mereka diimbau untuk bersikap humanis, mengedepankan pendekatan dialog ketimbang konfrontasi. Menurut Erlyn, dengan cara ini mereka berusaha memastikan aksi bisa berjalan lancar dan tertib dari awal hingga akhir.
Artikel Terkait
AS Kembali Serang Lokasi Militer di Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Mandek
Trump Desak Negara Timur Tengah Bergabung dengan Abraham Accords di Tengah Negosiasi Perang Iran
Anang Hermansyah Diapresiasi karena Sikap Dewasa terhadap Kris Dayanti, Warganet Soroti Kontras dengan Ahmad Dhani-Maia Estianty
Bitcoin Ambrol ke Bawah 75 Ribu Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Arus Keluar Dana Institusional