Kasus pembunuhan anak seorang politikus PKS di Cilegon benar-benar membuka tabir sisi brutal pelakunya. Korban, seorang bocah lelaki berusia 9 tahun, harus meregang nyawa dengan puluhan luka tusuk dan lebam di sekujur tubuhnya. Sungguh mengerikan.
Pelaku yang berinisial HA sempat hilang dari kejaran polisi selama hampir tiga pekan. Dia baru berhasil diringkus bukan saat bersembunyi, melainkan justru ketika kembali beraksi. Kali ini, rumah yang menjadi sasarannya adalah kediaman mantan anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri. Penangkapan terjadi Jumat lalu. Begitu ketahuan, HA berusaha kabur masuk ke dalam rumah, tapi akhirnya disergap warga yang bekerja sama dengan polisi.
Setelah diperiksa, motif di balik semua kekejian ini ternyata klasik: uang. Tapi ceritanya tidak sederhana. Menurut Direktur Reskrim Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, semua berawal dari ketagihan HA bermain saham kripto. Modal awalnya Rp 400 juta, yang didapat dari tabungan bersama istrinya. Ajaibnya, dari situ dia sempat meraup untung fantastis, mencapai Rp 4 miliar.
Namun begitu, rasa puas tak kunjung datang. Hasil Rp 4 miliar itu dia putar lagi, berharap mendapat lebih banyak. Hasilnya? Justru kalah total. "Dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah, adapun akun yang digunakan yaitu melalui aplikasi," jelas Dian. Untuk menutupi kerugian dan berusaha balik modal, HA pun berhutang ke mana-mana: Rp 700 juta dari bank, Rp 70 juta dari koperasi tempatnya bekerja, bahkan sampai Rp 50 juta dari pinjaman online. Tujuannya sama, main kripto lagi. Dan lagi-lagi, uang itu raib.
Terjepit utang, HA lalu beralih ke cara instan dan berbahaya: membobol rumah.
Artikel Terkait
Amran Salah Sebut Gubernur, Panen Raya Karawang Bergema Tawa
Ledakan Gas di Jelambar III, Ibu Rumah Tangga Terlempar dengan 80 Persen Luka Bakar
Bambang Soesatyo: Tahun 2026, Pemerintah Harus Lebih Cermat Tangkap Gelombang Kritik Publik
Pikap Tak Terkendali di Cileungsi, Tabrak Motor dan Gulingkan Angkot