Dari sisi keluarga korban, cerita yang terungkap justru lebih menyayat hati. Mereka menaruh curiga kuat bahwa Farkhan tewas setelah dianiaya seniornya yang berpangkat Kopral.
Ayah Farkhan, Zakaria Marpaung, bercerita. Awalnya, keluarga cuma dapat kabar bahwa putranya sedang sakit. Informasi itu datang dari sepupu Farkhan yang juga bertugas di Papua. Katanya, Farkhan sempat menghangatkan badan di dekat perapian karena tak enak badan.
“Dia lagi tugas ke Papua,” ujar Zakaria.
Namun begitu, situasi berubah. Seorang senior berpangkat Sersan mendekati Farkhan di perapian itu dan menanyakan keadaannya. Farkhan mengaku sakit. Sang Sersan bahkan sempat memijat tubuhnya.
Lalu, datanglah seorang Kopral.
“Selanjutnya datang yang Kopral ini, lalu memanggil (Farkhan), diajak ke samping,” kenang Zakaria.
Setelahnya, teror dimulai. Menurut penuturan keluarga, Farkhan disuruh tunduk lalu dipukul punggungnya dengan ranting. Bukan cuma sekali. Tak berhenti di situ, kopral itu juga menendangnya hingga Farkhan tersungkur. Sebuah akhir tugas yang sangat tragis untuk seorang prajurit muda.
Artikel Terkait
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan
Pekerja Pabrik VKTR Apresiasi Kebijakan Percepatan Elektrifikasi Prabowo