Antusiasme warga Jakarta menyambut pembukaan kembali Planetarium di TIM ternyata luar biasa. Tiketnya ludes dalam sekejap, bahkan sampai memicu "perang tiket" di lokasi. Fenomena ini langsung menarik perhatian anggota Komisi B DPRD DKI, Taufik Zoelkifli.
Menurutnya, wajar saja tempat itu diburu pengunjung. Soalnya, harga tiket masuknya sangat terjangkau. Cuma bayar antara lima ribu sampai dua belas ribu rupiah saja, belum lagi masuk ke kawasan TIM-nya gratis. "Ya paling cuma keluar ongkos parkir," ujarnya.
"Dengan harga semurah itu, siapa yang nggak mau? Nggak heran kalau sampai terjadi serbuan dan berebut tiket," kata Taufik kepada awak media, Senin (5/1/2026).
Melihat animo yang begitu tinggi, Taufik punya beberapa usulan. Ia mendorong Pemprov DKI dan pengelola untuk menambah jam operasional. Sistem penjualan tiketnya juga harus diperbaiki agar lebih tertib.
Salah satu idenya adalah menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan cara itu, setiap warga bisa diatur agar hanya boleh datang sebulan sekali saat kondisi ramai seperti sekarang. "Tujuannya sederhana: memberi kesempatan yang sama bagi semua warga Jakarta untuk menikmati wisata edukatif ini," jelasnya.
Tak cuma itu, penambahan kuota pengunjung harian juga dinilai mendesak. Taufik berharap pengelola bisa menyediakan slot atau ruang khusus untuk kunjungan rombongan sekolah.
"Kuotanya perlu diperbesar, sesinya ditambah. Nanti kalau sudah sepi lagi, aturannya bisa disesuaikan ulang," ujar Taufik.
Ia membayangkan, dengan pengaturan yang baik, siswa-siswa tidak perlu lagi antre panjang di hari sekolah.
"Mudah-mudahan nanti setiap sekolah bisa diatur seperti dulu. Mereka datang berombongan dengan gurunya, nonton bersama, sambil belajar tentang luar angkasa. Itu kan tujuan awalnya," imbuh Taufik menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Konami Umumkan Castlevania: Belmonts Curse, Rilis 2026 untuk Rayakan 40 Tahun Warisan
Mantan Pacar dan Suami Cekik Korban hingga Mobil Rp 180 Juta Dicuri di Tol Karang Tengah
Menteri Fadli Zon Tinjau Museum Mpu Tantular, Soroti Pentingnya Revitalisasi Tata Pamer
Lula Serukan Kesetaraan Perdagangan Global, Tanggapi Usulan Kenaikan Tarif Trump