Kondisi itu pula yang pernah disinggung pengacara P Diddy, Marc Agnifilo, di pengadilan akhir 2024 lalu. Ia berargumen tentang betapa beratnya jadi tahanan di sana.
"Sangat sulit menjadi narapidana di sana," ujarnya tegas di hadapan sidang.
Belum lagi soal fasilitas. Bayangkan, pada 2019 terjadi pemadaman listrik total selama seminggu penuh. Tahanan dibiarkan dalam gelap dan hawa dingin yang menggigit. Kejadian itu akhirnya berujung pada penyelidikan Departemen Kehakiman dan ganti rugi senilai 10 juta dolar AS untuk sekitar 1.600 tahanan yang jadi korban.
Menurut dokumen gugatan, mereka dikurung di sel berhari-hari dalam kondisi tidak manusiawi. Toilet rusak, bau tak sedap menyengat, dan situasi tidak higienis jadi makanan sehari-hari. Sungguh, MDC New York bukan sekadar penjara, tapi potret kelam sistem peradilan.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar 21 Situs Judol, Sita Dana Fantastis Rp 97 Miliar
Trump Kembali Panaskan Greenland, Opsi Militer Dikaji Serius
KPAI Soroti 70 Anak Korban Paparan Ideologi Kekerasan di Komunitas True Crime
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali