Sebelum aksi dimulai, listrik di ibu kota Venezuela itu dipadamkan lebih dulu. Situasi pun jadi mencekam. Maduro sendiri konon berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke sebuah ruang aman berpelat baja.
Tapi usahanya gagal.
"Dia hampir sampai di pintu," kata Trump dalam keterangannya. "Sayangnya, pintunya macet, tidak bisa ditutup."
Presiden AS itu juga menyebut tidak ada korban jiwa dari pihak pasukannya. Hanya ada beberapa yang mengalami luka-luka, itu pun tidak parah.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, langsung diamankan. Mereka dibawa keluar dengan kapal, kemudian dipindah ke pesawat. Tujuannya adalah Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di New York, tempat mereka sekarang ditahan.
Ini adalah intervensi militer AS terbesar di kawasan Amerika Latin sejak era Perang Dingin. Yang menarik, operasi besar ini dirahasiakan begitu ketat. Kongres AS pun tidak diajak berembuk atau bahkan diberi tahu sebelumnya. Semua berjalan dalam diam, dan berhasil.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung
Menteri PU Akan Temui Kejati DKI Bahas Penggeledahan Kantor Terkait Kasus Korupsi
Kemenkeu Pertimbangkan Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM