Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menyatakan, "Kami mendukung Venezuela, sebagaimana Venezuela mendukung kami."
Ia lalu mendesak pemerintahan Trump untuk tidak memperkeruh krisis. Setelah AS menyita kapal tanker minyak, Kremlin menyebut Putin telah menelepon Maduro untuk menegaskan dukungan. Tapi lagi-lagi, tidak ada bantuan materiil yang dikirim.
Di sisi lain, China pun bersikap hampir serupa. Beijing memang telah mengutuk keras apa yang mereka sebut 'campur tangan eksternal' oleh Washington. Meski begitu, tidak ada tanda-tanda mereka akan turun tangan secara militer untuk membela Caracas.
Jadi, meski retorika dukungan masih terdengar, realitas di lapangan tampak jauh lebih dingin. Maduro mungkin harus menghadapi badai ini dengan sumber dayanya sendiri.
Artikel Terkait
Pemprov Kepri Bantah Isu Penghentian Total Ferry Malaysia-Tanjungpinang
UU HKPD Ancam TPP Ribuan ASN di Bangka Barat
Bangka Belitung Terapkan WFH untuk ASN, Layanan Publik Tetap Berjalan
Wisatawan Tewas Hanyut di Air Terjun Tibu Ijo Lombok Barat