Menurut Ritonga, tugas ini lebih dari sekadar menjaga keamanan fisik. Ada dimensi lain yang coba mereka jaga.
"Polri menjaga makna kehidupan lebih dari sekadar pengamanan. Ada beberapa dimensi yang memang kita laksanakan pengamanan secara khusus yaitu satu, pengamanan ibadah dan kegiatan spiritual lainnya," katanya.
"Yang kedua, pengamanan suka cita keluarga dan komunitas. Yang ketiga, pengamanan mobilitas masyarakat. Yang keempat, pengamanan pusat-pusat keramaian."
Ia melanjutkan, "Yang kelima, pengamanan pusat-pusat perekonomian. Yang keenam, pengamanan terhadap ancaman bencana. Dan yang ketujuh adalah menjaga keamanan publik."
Intinya, operasi besar-besaran ini bertujuan agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan menikmati liburan dengan rasa damai. Semua diupayakan agar suasana Nataru tetap kondusif, dari tempat ibadah hingga lokasi wisata.
Artikel Terkait
Rusia, AS, dan Tiongkok Pimpin Perlombaan Teknologi Rudal Balistik Antarbenua
Jessica Iskandar Alami Gejala Hepatitis A Diduga dari Makanan yang Diolah Asisten Rumah Tangga
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT