Ia juga melihat tubuh Syauqi tampak melepuh saat dievakuasi tim medis. Adegan yang jauh lebih mengharukan justru datang dari Khadafi. Sang kakak histeris, berteriak-teriak hingga mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
“Pak RT nunggu ambulans sama kepolisian kan, itu Syauqi masih di dalam duduk. Kalau Khadafi-nya kan histeris terus, histeris, aku pengen bunuh diri nggak punya siapa-siapa lagi gitu. Kita kan ikut sedih juga kan, kalau Syauqi duduk diam aja. Nah pas medis datang itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa nggak ngerti saya,”
tuturnya lagi.
Yang menarik, kondisi rumah sama sekali tidak berantakan. Tak ada bau aneh yang tercium, meski mulut para korban yang tewas sudah terlihat berbusa.
“Kalau melepuhnya juga saya nggak begitu perhatikan. Saya perhatikan pokoknya berbusa karena kan teriaknya kan keracunan. Mas Khadafi-nya bilang, ‘Ibu saya keracunan’ gitu. Jadi udah berbusa semua ya, udah nggak bergerak kan, jadinya kan saya takut,”
Wulan menjelaskan.
Ketakutan itulah yang akhirnya membuatnya segera keluar dan meminta bantuan. “Ya udah akhirnya saya keluar, telepon Pak RT gitu. Pak RT, nggak lama lima menit datang baru hubungin ambulans sama kepolisian,” imbuhnya menutup cerita.
Artikel Terkait
Ekonomi Biru Buktikan Hasil: Produksi dan Ekspor Perikanan Naik, Konservasi Laut Meluas
Prabowo Umumkan Swasembada Pangan di Tengah Hamparan Padi Menguning Karawang
KJP Plus Tahap Kedua Cair, Siswa Jakarta Bisa Sekolah Sambil Jalan-Jalan
Pembongkaran Monorel Jakarta Digelar Malam Hari, Jalan Tetap Dibuka