Suasana perayaan tahun baru di bar Le Constellation, Crans Montana, berubah menjadi mimpi buruk. Kebakaran hebat melanda tempat itu pada Kamis dini hari, tepatnya pukul 01.30 waktu setempat. Korban jiwa yang diumumkan mencapai 40 orang.
Gaetan Lathion, juru bicara polisi, menggambarkan situasi mencekam itu.
"Kebakaran dimulai sekitar pukul 01.30 pagi tadi di bar 'Le Constellation', saat para pengunjung sedang merayakan tahun baru," ujarnya.
"Lebih dari seratus orang ada di dalam gedung. Kami melihat banyak yang terluka, dan sayangnya, banyak juga yang tewas," lanjut Lathion, suaranya terdengar berat.
Kini, penyebab tragedi memilukan itu mulai terungkap. Otoritas Swiss, setelah melakukan penyelidikan, mengarahkan kecurigaan pada sebuah benda perayaan: lilin kembang api.
Menurut keterangan jaksa setempat, temuan awal menunjukkan api kemungkinan besar bermula dari lilin kembang api yang diangkat terlalu tinggi. Bar yang menjadi lokasi kejadian terletak di ruang bawah tanah resort ski mewah itu, dengan langit-langit rendah yang justru dilapisi busa peredam suara bahan yang mudah sekali terbakar.
Kesaksian para korban selamat dan rekaman video yang beredar beberapa bahkan sempat muncul di internet memperkuat dugaan ini. Dalam video dan foto yang beredar, terlihat kembang api yang ditancapkan di mulut botol sampanye, diacungkan para pengunjung dalam euforia pesta. Posisinya terlalu dekat dengan langit-langit.
Jadi, gabungan antara bahan dekorasi yang mudah terbakar, langit-langit yang rendah, dan sumber api yang tidak waspada, menciptakan sebuah kombinasi yang fatal. Sebuah momen sukacita berubah menjadi bencana dalam sekejap di tengah gemerlap Pegunungan Alpen.
Artikel Terkait
NPCI Sumsel Luncurkan Pelatda Berjalan untuk Persiapan Peparnas 2028
Kapolri Ingatkan Ancaman AI dan Cuaca Ekstrem di Milad PUI
YouTuber Resbob Hadapi Tuntutan 4 Tahun Penjara atas Dugaan Penghinaan Suku Sunda
Menag Laporkan Penggunaan Jet Pribadi untuk Dinas ke KPK