Ledakan mengguncang Caracas dini hari itu. Setidaknya tujuh kali dentuman keras, diselingi deru pesawat terbang rendah, membangunkan warga ibu kota Venezuela dari tidur mereka. Dari beberapa sudut kota, kepulan asap tebal terlihat menjulang ke langit yang masih gelap.
Tanggapan pemerintah tak lama menyusul. Presiden Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1), langsung menetapkan keadaan darurat. Ia menyebut insiden ini sebagai bagian dari "agresi militer yang sangat serius" yang dilancarkan Amerika Serikat.
Lewat sebuah pernyataan resmi yang dikutip media seperti AFP dan CNN, pemerintahan Maduro melayangkan kecaman keras.
Begitu bunyi pernyataan itu. Mereka menuduh serangan itu menyasar tidak hanya Caracas, tapi juga negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Biaya Tambahan Haji Rp1,77 Triliun Tak Bebani APBN
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua
Yusril Tegaskan Kasus Siram Air Keras Bukan Tindakan Terorisme