Bayangkan suasana saat itu. Bar "Le Constellation" yang terletak di ruang bawah tanah itu penuh dengan anak muda, kebanyakan berusia belasan hingga dua puluhan tahun. Mereka sedang berpesta. Video yang beredar menunjukkan kembang api di atas botol sampanye itu diacung-acungkan, terlalu dekat dengan langit-langit.
Dan di situlah masalahnya.
Langit-langit bar itu dilapisi busa peredam suara. Material yang mudah terbakar. Beberapa video bahkan sempat merekam saat material itu mulai menyala. Anehnya, para pengunjung masih asyik menari, tak sadar bahaya yang sudah menjalar di atas kepala mereka.
Penyelidikan juga menyoroti busa insulasi di langit-langit itu. Diduga, material inilah yang membuat api begitu ganas dan menyebar dalam sekejap. Pilloud menyatakan penyidik masih memeriksa kemungkinan ini.
Jadi, gabungan fatal antara kembang api, langit-langit rendah, dan bahan yang mudah terbakar. Itulah skenario tragis yang diduga kuat merenggut puluhan nyawa di tengah hingar-bingar pergantian tahun di Pegunungan Alpen.
Artikel Terkait
Data Real-Time Jadi Senjata Ampuh Polisi Kendalikan Arus Puncak
Maduro Deklarasikan Darurat Militer Usai Ledakan Misterius Guncang Caracas
Ribuan Butir Ekstasi dan Ratusan Vape Narkoba Digagalkan di Lintas Sumatera
Buron Pembunuhan Anak Politisk PKS Tertangkap Saat Mencuri di Rumah Eks Anggota DPRD