Langkah Israel yang mengakui kedaulatan Somaliland sebuah wilayah yang memisahkan diri dari Somalia ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Indonesia. Reaksi penolakan ini mendapat dukungan tegas dari kalangan parlemen.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyatakan sikap Indonesia itu sudah tepat. Bahkan, menurutnya, langkah Israel itu dilakukan secara sepihak, tanpa mempertimbangkan peta politik internasional yang sudah ada.
"Sikap Indonesia menolak langkah Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka adalah keputusan yang tepat dan konsisten dengan prinsip politik luar negeri kita,"
Demikian penegasan Dave Laksono ketika dihubungi, Jumat (2/1/2026). Ia melihat keputusan ini bukan sekadar reaksi spontan, melainkan bagian dari komitmen yang sudah lama dipegang.
Sejak awal, Indonesia memang selalu berpegang pada prinsip menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara. Prinsip ini, tak bisa dipungkiri, juga menjadi fondasi dalam Piagam PBB. Jadi, apa yang dilakukan Israel dianggap melenceng dari norma yang berlaku.
“Dalam hal ini, Somaliland masih merupakan bagian dari Republik Federal Somalia,” ucap Dave menambahkan.
Ia melanjutkan, pengakuan sepihak seperti itu jelas-jelas tak punya landasan kuat dalam hukum internasional. Di sisi lain, situasi ini kembali mengingatkan betapa rumitnya dinamika kawasan Tanduk Afrika.
Dukungan Dave ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia di mata dunia. Bukan cuma soal Somaliland, tapi lebih pada konsistensi Jakarta dalam membaca peta geopolitik global. Prinsipnya jelas: jangan utak-atik batas wilayah yang sudah diakui masyarakat internasional.
Artikel Terkait
PB ESI Buka Seleksi Nasional Atlet Esports untuk Asian Games 2026
LPDP Panggil Alumni Diduga Langgar Kewajiban Kontribusi Usai Studi
Anggota DPR dan Muhammadiyah Salurkan Bantuan Modal dan Peralatan untuk 5 UMKM Surabaya
Pemerintah Tegaskan Sertifikasi Halal Tetap Wajib untuk Produk Makanan dan Minuman AS