Di sisi lain, PKS juga tak mau buru-buru. Mereka masih ingin mendengar suara dari banyak pihak. Mulai dari publik biasa, kampus, ormas, hingga para tokoh bangsa. Semua masukan akan dipertimbangkan.
"Kami sendiri masih ingin mendengar banyak masukan dari publik. Baik dari kampus, ormas, NGO, tokoh-tokoh bangsa, pimpinan partai politik dan tentunya pandangan masyarakat secara umum," ujar Kholid.
Ia juga kembali menegaskan satu batasan konstitusional yang jelas. Untuk pilpres, jalan satu-satunya adalah langsung oleh rakyat. Itu amanat konstitusi yang tak bisa ditawar.
"Yang tidak boleh adalah pemilihan presiden wakil presiden. UUD NKRI 1945 amanatnya bahwa pemilihan presiden dan wakil presiden wajib dilakukan secara langsung oleh masyarakat, one man one vote," lanjutnya tegas.
Jadi, intinya PKS masih membuka telinga lebar-lebar. Sikap? Tunggu dulu. Mereka masih ingin melihat dulu mana jalan terbaik yang bisa ditempuh.
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Terjun ke Arus Deras, Selamatkan Warga di Aceh Tengah
DPR Soroti Kenaikan Tiket Museum Nasional: Jangan Sampai Publik Ogah Belajar Sejarah
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Vila di Puncak Bogor, Warga Asing Dievakuasi
Tol Jagorawi dan JORR Ramai Lancar, Dalkot Kuningan Tersendat Ambulans