Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan

- Kamis, 01 Januari 2026 | 23:20 WIB
Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan

Di Aceh Tamiang, Kamis lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya pesan tegas untuk para kepala daerah. Ia minta pendataan rumah rusak akibat bencana dipercepat. Soalnya, data itu jadi kunci buat penyaluran bantuan tunai yang sangat dinanti warga.

Secara keseluruhan, di Sumatera sudah tercatat 213 ribu rumah rusak. Angka itu, kata Tito, masih bisa berubah. "Masih dinamis," ujarnya, karena belum semua laporan dari daerah masuk.

Dalam Rapat Koordinasi Bencana, Tito mengakui beberapa provinsi sudah bergerak cepat.

"Sumatera Barat dan Sumatera Utara datanya sudah banyak yang masuk dari kabupaten," katanya.

Namun begitu, perhatiannya tertuju ke Aceh. Ia merasa proses di sana perlu didorong lebih keras lagi.

"Yang dari Aceh mohon kalau bisa lebih cepat," pinta Tito. Alasannya sederhana: jangan sampai masyarakat salah paham. Warga bisa mengira pemerintah lamban, padahal faktanya mereka justru menunggu data dari lapangan. "Oleh karena itu data ini kuncinya pertama kali adalah dari para bupati dan walikota," tegasnya.

Tito paham, kondisi pascabencana memang rumit. Banyak dokumen penting seperti KTP dan KK hilang terbawa air. Tapi menurut dia, hal itu bukan alasan untuk berhenti. Pendataan bisa mengandalkan kepala kampung atau desa yang paling tahu kondisi warganya. Ia mencontohkan langkah yang diambil di Langkahan, Aceh Utara.

"Di Langkahan itu dikatakan kami tidak punya data-data, semua hilang. Oke, kita ambil jalan pintas: para kepala kampung saja yang bertanggung jawab," ujar Tito menjelaskan skemanya.


Halaman:

Komentar