Di penghujung tahun 2025, tepatnya pada Rabu malam (31/12), Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid memberikan penghargaan khusus. Penerimanya adalah Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang. Acara berlangsung di Pospam TL Froogy Epicon, Pagedangan. Bukan cuma satu, tapi tiga piagam penghargaan diserahkan sekaligus.
Penghargaan itu diberikan atas sejumlah capaian. Yang pertama, tentu saja, terkait pengungkapan kasus penyelundupan benih bening lobster (BBL) di Curug. Namun begitu, itu bukan satu-satunya. Bupati Maesyal juga memberi apresiasi atas keberhasilan Polres Tangsel mengungkap kasus pembunuhan di wilayah yang sama.
Ada satu hal lain yang rupanya sangat diapresiasi. Selama bertahun-tahun, kemacetan di perbatasan Legok-Parung jadi masalah kronis bagi warga. Nah, pengelolaan dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan jajaran Victor dinilai berhasil mengurai persoalan itu. “Ini kerja yang luar biasa,” kira-kira begitu kesan yang ingin disampaikan Bupati.
Menanggapi hal ini, Victor menyampaikan terima kasih.
“Saya menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Tentunya sudah menjadi kewajiban kami selaku aparat penegak hukum untuk memelihara kamtibmas,” ujar Victor, Kamis (1/1/2026).
Dia tak mau menepuk dada sendirian. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban itu adalah hasil kolaborasi.
“Kami menyadari, kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa kolaborasi dan sinergi yang baik di lintas instansi,” imbuhnya.
Peran Pemkab Tangerang, instansi terkait, dan tentu saja dukungan masyarakat, disebutnya sebagai kunci utama.
Malam Tahun Baru yang Tertib
Lalu, bagaimana dengan situasi malam tahun barunya? Victor melaporkan bahwa suasana di wilayah hukum Polres Tangsel yang mencakup Tangerang Selatan dan sebagian Kabupaten Tangerang aman dan kondusif. Pengamanan dilaksanakan dengan pendekatan terpadu, lebih mengedepankan pelayanan dan pencegahan.
Semua personel disiagakan penuh. Mereka terhubung langsung dengan Command Center, didukung oleh teknologi seperti CCTV, GPS pada personel, bahkan patroli drone. Monitoring cuaca dari BMKG juga jadi pertimbangan untuk mengambil keputusan secara cepat. Intinya, mereka siap siaga.
Di sisi lain, ada komitmen bersama untuk merayakan tahun baru dengan sederhana dan penuh empati. Forkopimda setuju untuk tidak menyalakan kembang api di ruang publik. Ini bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana alam.
“Secara umum, perayaan malam Tahun Baru 2026 di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Victor.
Kehadiran aparat dan pemerintah daerah di tengah keramaian, tuturnya, adalah bukti nyata sinergi. Tujuannya satu: memberikan rasa aman dan menjaga stabilitas untuk semua warga.
Artikel Terkait
Imlek 2026 Dirayakan 17 Februari, Pemerintah Tetapkan Dua Hari Libur
Forum Dialog MAJU:ON Dukung Penyelerasan Inovasi Startup dengan Kebijakan Energi Nasional
Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Bijih Timah untuk Percepat Hilirisasi
Polres Inhu Luncurkan Bank Pohon sebagai Investasi Hijau Jangka Panjang