Di luar stasiun, pemandangan lain terlihat. Jalan M.H. Thamrin yang tadi ramai mulai sepi. Hanya tersisa petugas kebersihan yang dengan sabar memunguti sisa-sisa perayaan botol plastik, bungkus makanan, dan lain-lain. Mereka bekerja sementara kota Jakarta perlahan tertidur.
Perayaan malam tahun baru kali ini memang berbeda. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara di delapan titik, dengan pesan khusus: kepedulian untuk para korban bencana di berbagai daerah. Bahkan, ada posko donasi yang dibuka untuk menggalang bantuan.
Mungkin itulah sebabnya, suasana hiasan kembang api tak terlihat sama sekali. Baik pemerintah maupun swasta sepakat meniadakannya. Tema solidaritas lebih diutamakan daripada sekadar pesta pora.
Artikel Terkait
Proyek Jalan Desa di Pandeglang Rampung, Namun Bronjong Penahan Tanah Alami Penurunan
BTN Siapkan KPR Bundling, Biayai Rumah dan Perabotan dalam Satu Akad
Ibas Buka Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Jawa Barat
Jepang Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Nasional pada Mei 2026