Konteksnya jadi semakin rumit. STC, yang didukung oleh UEA, memang sedang agresif belakangan ini. Mereka berupaya menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang dulu merdeka. Gerakannya cepat sebagian besar wilayah berhasil mereka sapu, mengusir pasukan pemerintah dan sekutunya.
Di sisi lain, koalisi pimpinan Saudi sudah angkat bicara. Mereka memperingatkan akan berdiri di belakang pemerintah Yaman jika terjadi konfrontasi militer dengan pasukan separatis. Bahkan, Saudi mendesak STC untuk mundur ‘secara damai’ dari provinsi-provinsi yang baru direbut.
Sebuah video yang dirilis koalisi disebut-sebut menjadi bukti. Rekaman itu konon menunjukkan proses pembongkaran senjata setelah kapal-kapal asal UEA itu berlabuh.
Al-Maliki tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa aksi pengiriman senjata ini melanggar banyak hal.
Jadi, situasinya kini seperti bara dalam sekam. Peringatan telah diberikan, serangan sudah dilakukan. Apa yang terjadi selanjutnya, kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Ekspor Sumsel Anjlok 34,61% pada Dua Bulan Pertama 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Didominasi Cerah Berawan Hari Ini
Pupuk Indonesia Pastikan HET Pupuk Subsidi Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
DEN: Stok BBM Aman di Atas 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik