“Yakinkan kendaraan itu prima, kendaraan yang berkeselamatan, kondisi sopirnya juga harus prima,” jelasnya lagi.
Soal pengemudi ini, dia rupanya serius. Stamina dan jarak tempuh perjalanan wajib diperhitungkan matang-matang. Jangan dipaksakan. Menurutnya, jeda istirahat itu bukan tanda lemah, tapi justru kunci agar perjalanan tetap aman sampai tujuan.
“Manajemen jaraknya juga harus dipertimbangkan. Jadi berapa kilometer yang harus kita tempuh pada sekian jam atau 2-3 jam harus istirahat,” pungkasnya.
Intinya, liburan yang menyenangkan diawali dari perjalanan yang aman. Semua kembali ke tangan kita di belakang kemudi.
Artikel Terkait
Gempa M 7,6 Guncang Sulut, Tsunami Terdeteksi hingga 75 cm di Minahasa Utara
AS Kehilangan 16 Drone MQ-9 Reaper Senilai Ratusan Juta Dolar dalam Operasi Gabungan dengan Israel
Trump Desak Sekutu Buka Kembali Selat Hormuz, Alihkan Beban dari AS
Perbaikan Jalan di Rasuna Said Sebabkan Macet Parah Menuju Mampang Prapatan