Rasa kecewa itu tak bisa lagi disembunyikan oleh Bupati Aceh Utara, Ismail Jalil. Dalam sebuah rapat koordinasi pemulihan bencana di Aceh, Selasa lalu, dia secara terbuka menyampaikan keluhannya. Wilayahnya, yang diterjang banjir bandang dan longsor, dinilainya kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Parahnya, dari 27 kecamatan yang ada, 25 di antaranya terdampak sangat serius.
Rapat yang dihadiri oleh sejumlah menteri dan kepala daerah itu seolah menjadi saluran untuk meluapkan isi hati. Ismail merasa wilayahnya seperti terabaikan. Menurut pengamatannya, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lebih sering mengunjungi daerah lain yang juga terdampak.
"Perlu saya sampaikan sedikit, izin Bapak Menteri dan kepada seluruh yang telah berhadir. Mungkin tadi sudah disampaikan, maaf, Bupati Tamiang dan Bupati Pidie Jaya," ujar Ismail.
Dia melanjutkan dengan nada yang cukup getir, "Mungkin di Aceh Utara selama ini, Pak Presiden selalu ke Tamiang dan ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya, termasuk Pak Wakil Presiden."
Kenyataan di lapangan memang suram. Hampir seluruh wilayah Aceh Utara lumpuh. Yang membuatnya semakin frustasi, jaringan komunikasi turut mati total. Situasi itu, dalam pandangannya, justru membuat penderitaan warganya tak terlihat oleh publik.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Investasi Sarang Walet Rugikan Korban Rp 78 Miliar
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026
Menaker Usulkan Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional
Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%