"Apa urusannya Neo-Nazi atau supremasi kulit putih ke sini? Ternyata ada. Dan yang mengidap pemikiran itu justru seorang anak."
Menurut Adrianus, fenomena ini berpotensi menjadi warna baru terorisme ke depan. Ideologi ini, katanya, kian mendunia dan tak terbatas geografi.
"Pemikiran right-wing ini sudah sangat global. Bisa masuk ke Indonesia, dan sangat mungkin jadi ancaman baru, apalagi jika nanti dikelola oleh orang dewasa," ujarnya memperingatkan.
Ia menutup pernyataannya dengan peringatan sederhana namun serius. Harapannya, ideologi berbahaya ini bisa diantisipasi sedini mungkin sebelum benar-benar berkembang.
"Sekadar satu peringatan bagi kita semua," tutup Adrianus.
Artikel Terkait
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus PT DSI Rp 2,4 Triliun
Dua Juru Parkir Dibacok di Samarinda, Pelaku Masih Buron
Gempa M 7,6 Guncang Sulut, BMKG Deteksi Tsunami di Halmahera Barat dan Bitung
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Malut dan Sulut