Sabtu pagi di MR. Padel, Cipete, suasana tak seperti biasanya. Lapangan yang biasanya dipenuhi komunitas olahraga, kali ini ramai oleh para profesional dari dunia pasar modal. Mereka berkumpul bukan untuk rapat, melainkan untuk bertanding dalam Padel Tournament 2026, hasil kolaborasi Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan PT Infovesta Utama.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore itu lebih dari sekadar turnamen. Ini adalah strategi. Sebuah upaya untuk mencairkan sekat-sekat formal antara lembaga jasa keuangan dan perusahaan publik atau emiten. Melalui olahraga yang sedang naik daun ini, diharapkan komunikasi bisa lebih cair, jauh dari kesan kaku ruang rapat.
Parto Kawito, Direktur Infovesta Utama, mengakui hal itu. Menurutnya, padel sengaja dipilih karena sedang populer.
"Ya, pertama-tama kan memang padel itu olahraga yang sedang populer ya. Jadi kita ingin agar peserta itu bisa sehat jasmani, mempopulerkan padel juga. Kemudian yang terutama adalah menjalin koneksi. Koneksi antara berbagai pelaku jasa keuangan," ujar Parto.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan AEI ini penting karena emiten berasal dari berbagai sektor, tidak semuanya bergerak di keuangan.
"Kita kolaborasikan itu dengan asosiasi emiten. Kalau emiten kan belum tentu dari keuangan semua. Jadi supaya ada semacam hubungan yang baik yang terjalin. Siapa tahu bisa win-win solution untuk kerja sama berikutnya," tambahnya.
Antusiasme terlihat nyata. Sebanyak 131 peserta turun ke lapangan, mewakili sekitar 30 persen emiten di Bursa Efek Indonesia. Tak ketinggalan, perwakilan dari 75 perusahaan lain seperti manajer investasi, dana pensiun, dan perbankan juga memenuhi venue. Kehadiran sejumlah tokoh seperti Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana dan Direktur MNC Asset Management Ipan Samuel semakin memberi warna pada acara ini.
Dukungan media dari MNC Media, iNews Media Group, dan IDX Channel pun turut menyemarakkan.
Setelah persaingan yang cukup sengit namun penuh sportivitas, akhirnya terumuslah para pemenang. Untuk kategori Mix Doubles, PT Pegadaian berhasil meraih juara pertama, disusul PT Batavia Prosperindo Asset Management di posisi kedua. Juara ketiga diraih oleh gabungan PT Champ Resto Indonesia Tbk dan PT Sequis Asset Management.
Sementara di kategori Men’s Doubles, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) keluar sebagai pemenang. Posisi runner-up diisi PT Henan Putihrai Asset Management, dan juara ketiga diperebutkan oleh tim gabungan PT Syailendra Capital dan PT Adhi Kartiko Pratama Tbk.
Turnamen ini jelas bukan tentang piala dan hadiah uang tunainya semata. Esensinya terletak pada jaringan yang terbangun, obrolan santai di sela-sela pertandingan, dan peluang kolaborasi yang mungkin saja lahir dari sebuah servis atau pukulan forehand yang gagal. Inilah cara baru merajut koneksi di industri pasar modal: lebih dinamis, lebih manusiawi.
Artikel Terkait
MNC Digital Entertainment Ajukan Pencatatan Saham Sekunder di Bursa Hong Kong
KAI Tutup Sementara Commuter Line Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, 6 Tewas
IHSG Diprediksi Terkoreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Buy on Weakness
Wall Street Lesu di Awal Pekan, Investor Waspadai Negosiasi AS-Iran hingga Keputusan Suku Bunga The Fed